Penyebab Kecelakaan Kapal dan Alat-alat Keselamatan Kapal

Penyebab Kecelakaan Kapal Laut

Peristiwa tenggelamnya kapal di wilayah perairan Indonesia seolah tidak asing lagi terjadi. Salah satunya yang paling disorot yakni Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di  Danau Toba, Sumatera Utara pada  pertengahan tahun 2018. Tentunya ada penyebab kecelakaan kapal yang diduga karena kelebihan muatan.

Penyebab kecelakaan kapal ditengah pelayaran bisa saja terjadi karena berbagai faktor. Oleh sebab itu Anda wajib mengetahui berbagai penyebabnya dan jenis-jenis alat keselamatan kapal yang digunakan. Check this out!

6 Penyebab Kecelakaan Kapal Paling Dominan Terjadi

Kecelakaan Kapal Paling Parah di Dunia
(akurat.co)

Ada 6 penyebab kecelakaan kapal yang disinyalir paling dominan dialami kapal-kapal besar di wilayah perairan Indonesia. Berikut ini beberapa penyebabnya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

1. Kelebihan Muatan

Kapal yang beroperasi dilaut masing-masing memiliki kemampuan menampung kapasitas tertentu. Misalnya dalam satu kapal ferry mampu memuat penumpang dan kendaraan dengan total beban 100 ton.

Tujuan dari ditentukannya muatan tersebut supaya kapal yang berlayar dapat selamat sampai ke tujuan. Terutama menghidari kapal karam dan tenggelam, serta muatan yang diangkut tidak basah.

Apabila terjadi kelebihan muatan mengakibatkan overdraft atau tidak leluasa untuk mengendalikan kapal. Seringkali terjadi peristiwa kapal tenggelam akibat membawa muatan melebihi kapasitas yang dianjurkan.

2. Kondisi Cuaca

Penyebab lainnya karena adanya faktor cuaca ketika kapal beroperasi. Berdasarkan laporan yang dirilis KNKT, ditemukan sejumlah kejadian kapal tenggelam karena cuaca buruk. Terlebih lagi adanya hempasan ombak dan gelombang tinggi menyebabkan bagian atau badan kapal bocor dan akhirnya berakibat fatal.

Salah satu kapal yang tenggelam karena kondisi cuaca buruk yakni Kapal Motor (KM) Wahai Star tenggelam pada 10 Juli 2007. Kapal tersebut diketahui mengalami kebocoran pada bagian kamar mesin.

3. Kondisi Kapal

Kondisi kapal itu sendiri juga menjadi faktor penentu keselamatan saat berlayar. Ingat selama dalam pelayaran, kondisi kapal harus baik. Terjadinya kebocoran pada badan kapal mengakibatkan air masuk. Untuk mengatasinya maka dilakukan perawatan dan disediakan pemompa air guna meminimalisir air yang masuk.

Menyoal pompa air yang digunakan harus dipastikan dengan kondisi baik supaya berfungsi optimal. Dibutuhkan pula perawatan pompa, perawatan mesin, kemudi kapal, badan kapal, dan sistem komunikasi kapal.

Apabila kondisi kapal saat berlayar kurang prima dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Salah satunya terjadi pada Kapal Sweet Istanbul yang tenggelam pada 21 Maret 2017. Kapal tersebut memiliki perawatan yang sangat minim, na’as bodi kapal bocor dan berakhir tenggelam.

4. Lintasan

Penyebab kecelakaan kapal lainnya adalah lintasan alias medan lautan. Terlebih lagi lintasan laut yang dipenuhi batuan, karang, dan keberadaan gunung es. Tentunya sangat mengganggu perjalanan kapal, sehingga sangat penting menentukan lintasan paling aman untuk dilalui.

Pada 14 Oktober 2016 lalu, kecelakaan kapal tenggelam akibat lintasan yang buruk dialami Kapal Dharma Kencana VIII. Diketahui kapal ini bertolak ke Tanjung Perak Surabaya. Dalam perjalanannya, KM Dharma Kencana VIII menyenggol karang bawah air. Akibatnya, kapal mengalami kebocoran. Air laut masuk dengan cepat sementara pompa air tak bisa bekerja maksimal.

5. Kepiawaian Nahkoda

Penyebab kapal berlayar dengan maksimal adalah keahlian dari Nahkoda. Dimana tugas nahkoda untuk mengemudikan kapal dari satu pelabuhan menuju pelabuhan lainnya. Seorang Nahkoda seharusnya memiliki segudang pengalaman dan cekat dalam mengendarai kapal.

Selain itu, nahkoda juga harus mengetahui dan memperhatikan kapasitas maksimal kapal sebelum berangkat. Tuntutan lainnya terhadap seorang nahkoda yaitu mampu mengambil keputusan secara cepat dan bijak.

6. Equipment Error

Equipment error juga sering terjadi dimana komunikasi kapal terganggu dan tidak dapat menghubungi operator di pelabuhan saat kondisi darurat. Oleh sebab itu, piranti komunikasi pada kapal harus diperiksa kualitasnya sebelum kapal berlayar. Tujuannya untuk menghindari kesalahpahaman komunikasi secara bridge to bridge karena equipment tidak berfungsi optimal.

Baca juga : Kuliner Enak Khas Sulawesi Tengah!

12 Alat Keselamatan Diatas Kapal

Saat akan berlayar, awak kapal biasanya melakukan pemeriksaan mulai dari mesin hingga peralatan dan perlengkapan kapal. Berikut ini beberapa alat keselamatan kapal yang wajib dipasangkan.

  1. Sekoci Penyelamat (Life Boat), berfungsi menyelamatkan penumpang ketika kapal menghadapi keadaan berbahaya. Pada kapal penumpang biasanya membawa minimal 12 buah sekoci. Sekoci dapat terbuat dari logam, kayu, dan serat fiber.
  2. Pelampung Penolong Bentuk Cincin (Ring Life Buoys) adalah perlengkapan keselamatan yang wajib ada. Supaya saat kapal tenggelam para penumpang tetap mengapungkan diatas air. Adapun bentuk life buoys terlihat seperti ban mobil.
  3. Pelampung yang dipakai ketika ada orang yang terjatuh di permukaan air laut. Caranya cukup melemparkan pelampung ke arah orang yang terjatuh. Umumnya life buoy mempunyai warna mencolok agar mudah dikenali.
  4. Jaket Penolong (Life Jackets), memiliki bentuk seperti pakaian yang berguna supaya para penumpang dapat mengapung di permukaan air. Idealnya jaket penolong dilengkapi tali untuk membuat jaket bergelembung dan peluit yang dapat ditiup untuk menarik perhatian.
  5. Rakit Penolong Tiup (Inflatable Liferaft), fungsinya hampir sama dengan sekoci yaitu membawa penumpang saat kapal dalam kondisi darurat. Rakit penolong akan digunakan jika sekoci tidak berhasil diturunkan. Biasanya kapasitas rakit penolong dapat mengangkut hingga 25 orang.
  6. Pelempar Tali Penolong (Line Throwing Apparatus), alat keselamatan yang bermanfaat untuk menghubungkan a penolong dengan survivor.
CategoriesTak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *