Jenis-jenis Cek dan Bagaimana Menggunakannya

Jenis-jenis Cek dan Bagaimana Anda Bisa Menggunakannya

Jika Anda pernah menonton film Hollywood, Anda pasti tidak asing dengan istilah cek dan jenis-jenis cek. Biasanya pemeran orang kaya menuliskan nominal uang di selembar kertas untuk diberikan kepada orang lain.

Kemudian, orang yang menerima kertas itu menukarkannya dengan sejumlah uang dengan jumlah yang sesuai dengan yang tercantum. Namun benarkah penggunaan cek di dunia nyata sama dengan di film-film tersebut?

Cek sendiri dikenal sebagai salah satu alat pembayaran non tunai legal di Indonesia. Di Indonesia terdapat berbagai jenis cek yang biasa digunakan dalam berbagai pembayaran.

Sebenarnya cek hanyalah salah satu jenis pembayaran non tunai yang sering digunakan. Masih banyak cara lain membayar dengan non tunai antara lain Paypal. Penggunaan Paypal jauh lebih mudah. Daftar, kemudian beli Paypal murah dengan nominal yang kita mau, siap deh buat kita gunakan untuk membayar apapun.

Apa itu Cek

Menurut definisi, cek adalah instruksi tertulis dari seorang nasabah bank tertentu untuk menarik uang sesuai dengan jumlah yang tertulis pada sebuah kertas.

Berapapun angka yang tertera di cek tersebut, maka sejumlah itulah uang y ang harus dibayarkan oleh bank. Syaratnya, nama penerima uang harus tercantum pada cek yang diberikan oleh pemegang rekening. Setelah itu, bank berkewajiban untuk membayarkan uang baik secara tunai atau transfer ke rekening pemegang cek.

Pembayaran cek ini memakan waktu beberapa hari karena cairan ini melalui proses yang disebut kliring. Di Indonesia sendiri, proses kliring jarang diselesaikan dalam waktu kurang dari sehari.

Jenis Cek di Indonesia dan Kegunaannya

Berikut ini adalah jenis-jenis cek yang sah di Indonesia. Anda wajib tahu, apalagi bagi Anda yang akan atau sering berurusan dengan dunia cek.

Cek atas nama – Seperti namanya, ini adalah jenis cek yang diberikan oleh seseorang terhadap orang lain atau badan hukum tertentu. Nama orang atau badan hukum yang diberi wewenang itu harus tertera jelas dalam cek itu. Selain itu, jumlah nominal yang dapat diambil orang yang bersangkutan harus tertera dengan jelas juga. Dan yang bisa mencairkan cek itu hanyalah nama atau badan yang tertera di cek tersebut.

Cek atas unjuk – Tidak seperti cek atas nama, yang hanya dapat diterima oleh orang atau badan hukum yang namanya tertera di cek, maka cek atas unjuk  adalah jenis cek yang sifatnya bebas. Artinya, siapa saja boleh mencairkan cek tersebut.

Cek silang – cek silang adalah jenis cek yang memiliki tanda silang di pojok. Dan dengan tanda silang ini mengubah fungsi yang di centang itu dari fungsi tarik tunai menjadi bukan hanya fungsi tarik saja melainkan fungsi pemindahbukuan juga.

Baca juga: Trend Baru Pemesanan Lahan Pemakaman

Cek mundur – cek mundur biasanya diberikan kepada orang lain dengan tanggal yang sudah disepakati. Tujuan dari cek mundur adalah agar tanggal cek ditarik setelah tanggal yang tertulis pada cek. Misalnya, jika Anda menandatangani kontrak jual beli tanah pada 1 Februari 2020. Kemudian ingin membayar dengan cek tetapi saat ini tidak punya uang, maka Anda dapat menuliskan 1 Maret 2020 karena Anda tahu pada tanggal itu Anda sudah punya uang.

Cek Kosong – Cek kosong adalah nama lain untuk jenis cek yang tidak memiliki nilai. Hal ini disebabkan uang tidak ada di dalam rekening giro pada saat pencairan cek.

Penggunaan sistem pembayaran seperti ini sudah sah di Indonesia. Hal  ini sudah diatur dalam undang-undang perdagangan Pasal 178  sampai 229 KUH.

Beberapa Persyaratan Untuk Berbagai Jenis Cek

Berikut ini adalah beberapa persyaratan formal yang harus dipenuhi agar cek memiliki nilai hukum:

  • Dalam teks yang dikeluarkan oleh pemiliknya, itu harus ditulis jelas kata cek.
  • Printer penarikan tunai tidak boleh membatasi jumlah penarikan uang.
  • Nama pihak yang membayar uang harus tertera jelas.
  • Tercantum tempat dimana cek dikeluarkan
  • Tertulis tanggal dan tempat pencairan
  • Tanda tangan orang yang menulis cek (penarik)

Beberapa komponen penting yang perlu dicek adalah sebagai berikut:

Sementara itu komponen-komponen berikut harus dicantumkan pada semua jenis cek yang kita gunakan agar dapat digunakan di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebagai bank sentral.

ID Bank – berisi logo dan nama bank yang tertarik. Ini tentu saja berfungsi untuk membedakan mana surat kuasa pergi ke bank yang berkepentingan.

Nominal angka – adalah nilai cek yang akan ditarik.

Nominal huruf – seperti kwitansi, cek harus ada kolom penulisan nominal dengan huruf. Ini digunakan untuk menghindari kekeliruan bagi pemegang cek ataupun pihak bank. Apabila terdapat perbedaan antara nominal angka, bank yang berkepentingan akan menjadikan angka nominal sebagai acuan.

Periksa nomor serinya – biasanya nomor seri berbeda untuk setiap bank

Nama pembuat warkat dan dokumen tagihan – biasanya di samping cek.

Identitas nasabah – tidak wajib, tergantung bank yang mengeluarkan cek

Verifikasi akan dilakukan jika salah satu komponen tidak tercantum di atas. Anda juga dapat mempertimbangkan hal ini saat Anda dan (misalnya) mitra bisnis Anda mengadakan perjanjian  pembayaran dengan cek.

Dapatkah Anda melihat apakah cek yang dia berikan kepada Anda mencantumkan semua hal di atas? Jika tidak, maka Anda harus mencurigai keabsahan cek yang dikeluarkannya!

Waspadai Penipuan untuk Semua Jenis Cek

Karena sangat mudah digunakan, pemeriksaan pada dasarnya dianggap sebagai salah satu metode penipuan yang rawan penipuan. Karena itu, ada beberapa aturan yang bisa Anda jadikan patokan untuk menghindari penipuan yang sering terjadi pada berbagai jenis cek yang kita gunakan.

Dana yang Tersedia – Pemegang rekening giro, atau yang memberikan cek harus memiliki dana yang sesuai dengan yang dituliskan di cek pada saat dana ditarik.

Periksa Periode Kedaluwarsa – Cek itu sendiri memiliki tanggal kedaluwarsa. Dalam hal ini, masa kedaluwarsa sebuah cek di Indonesia adalah 6 bulan. Batas waktu tenggang untuk tanggal cek adalah 70 hari setelah tanggal penarikan.

Legalitas – Karena cek adalah salah satu dokumen keuangan paling sensitif, semua yang ada di cek perlu divalidasi. Bukti validasi yang paling utama dan penting adalah tanda tangan pemiliknya.Oleh karena itu, untuk setiap revisi di cek dicantumkan tanda tangan pemegang cek.Tanpa tanda tangan resmi dari pemegang cek, sebuah cek tidak akan dianggap sah dan cek tersebut akan batal.

Demikian kami sudah paparkan artikel tentang cek, jenis cek, kegunaan cek dan berbagai hal yang menyangkut cek. Kiranya artikel ini bermanfaat bagi Anda.

CategoriesInfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *