Warga Medan Perjuangan Disidang Karena Kasus Judi Poker Online

Warga Medan Perjuangan Disidang Karena Kasus Judi Poker Online

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Terdakwa Anderas alias Apin (37) warga Kecamatan Medan Perjuangan diseret ke meja hijau dalam perkara judi poker online, di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/11/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maria Magdalena menjelaskan bahwa pada Rabu (15/7/2020) lalu, sekira pukul 18.30 WIB di Jalan Bilal Kecamatan Medan Barat, tepatnya di depan kantor Percetakan Stiker, Andreas main judi poker online di situs www.lagapoker.com, melalui internet dengan menggunakan handphone.

qiu qiu online

Lalu, terdakwa mendaftar untuk bermain judi poker online di situs www.lagapoker.com, dengan memberikan biodata Martono (DPO) dan nomor handphone 0812 639 XXXX, kemudian situs www.lagapoker.com memberikan id dan password terdakwa.

“Selanjutnya terdakwa memberikan deposit melalui ATM Bank Mandiri atas nama Martono sebesar Rp 50 ribu ke Bank Mandiri atas nama Haizirin.

Selanjutnya situs www.lagapoker.com selaku bandar membagikan dua lembar kartu joker kepada pemain, setelah dibuka jika kartu pemain berjumlah 9 atau 19 dan bandar 2 lembar kartunya berjumlah di bawah 9 atau 19, maka pemain dinyatakan menang maka situs www.lagapoker.com memberikan uang kemenangan ke kredit user name pemain sebesar taruhan pemain dan jumlah pemain, tetapi jika pemain kalah maka situs www.lagapoker.com menarik deposit pemain sesuai taruhan,” terang jaksa.

Selanjutkan, kata Jaksa, apabila pemain sudah menang dan ingin berhenti, maka pemain harus menulis WD (With Draw) di situs www.lagapoker.com, selanjutnya situs tersebut memberikan uang kemenangan pemain ke rekening pemain, dengan uang kemenangan paling sedikit sebesar Rp 20 ribu.

“Adapun peran terdakwa dalam permainan perjudian poker online di situs tersebut adalah sebagai pemain, dan terdakwa telah melakukan permainan perjudian poker online di situs www.lagapoker.com, sejak pertengahan Juli 2019 dan terdakwa mengalami kekalahan sebesar Rp 2 juta, dan pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020 terdakwa mengalami kekalahan sebesar Rp 46 ribu,” katanya.

Adapun jumlah minimal taruhan dalam permainan perjudian poker online di situs www.lagapoker.com tersebut, paling sedikit Rp 500 dan paling banyak Rp 50 ribu.

“Dan pada saat terdakwa bermain permainan perjudian poker online di situs www.lagapoker.com terdakwa main poker dengan taruhan sebesar Rp 1.000, adapun maksud dan tujuan terdakwa melakukan permainan perjudian poker online di situs www.lagapoker.com adalah mendapatkan uang kemenangan dan terdakwa menggunakan Rekening Bank Mandiri atas nama Martono, apabila terdakwa menang maka terdakwa akan memberikan rokok saja,” ucapnya.

Dan untuk melakukan permainan perjudian poker online di situs www.lagapoker.com tersebut, lanjut Jaksa, tidak diperlukan kemahiran khusus atau keahlian karena bersifat untung-untungan, dan terdakwa tidak mempunyai izin dari yang berwenang untuk itu.

“Perbuatan terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP,” katanya.

Mendengar dakwaan tersebut, Majelis Hakim yang diketuai Denny Lumbang Tobing mempertanyakan apakah ada saksi dalam peristiwa tersebut. Namun Jaksa menjawab saksi berhalangan hadir sehingga sidang ditunda pekan depan.

“Baik, karena saat ini belum ada saksinya, untuk pemeriksaan saksi ditunda satu minggu sampai tanggal 25 November 2020,” kata Hakim

Sumber: Tribunnews.com

CategoriesTak Berkategori