Hukuman bagi Pengecer Judi Togel

Hukuman bagi Pengecer Judi

Togel adalah sebuah permainan judi yang menggunakan tebakan angka dalam memainkannya. Biasanya dalam togel, ada pihak yang berperan sebagai pembeli, bandar, dan pengecer togel. Lalu bagaimana hukuman bagi pengecer judi togel ini?

Di Indonesia, segala jenis judi dan togel sangatlah dilarang. Undang-undang sudah mengatur bahwa judi togel adalah sebuah bentuk kriminalitas. Dikatakan sebagai bentuk kejahatan karena judi togel merupakan masalah sosial.

Meski sudah diatur dan dilarang beserta hukuman nya, nyatanya masih banyak orang yang bermain dan menjadi pengecer judi togel. Tentu saja mereka memainkannya secara ilegal dan sembunyi-sembunyi. Pemain, pengecer, dan bandar judi togel seringkali mengelabui polisi agar tidak mudah ditangkap.

Pihak berwajib sudah seringkali mengadakan razia penertiban judi togel di mana saja. Apalagi di lingkungan masyarakat bawah, di mana banyak kalangan menengah ke bawah yang memainkan judi togel ini.

Adanya jaringan yang terbentuk pada pembeli, pengecer, dan bandar judi togel membuat permainan ini makin langgeng di masyarakat. Hal ini tentu saja meresahkan masyarakat karena jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah lain.

Lalu bagaimana hukuman yang diterapkan bagi pengecer judi togel? Apakah hukumannya juga sama dengan pemain dan bandar judi togel? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Hukuman Menurut Undang-Undang bagi Pengecer Togel

Indonesia adalah salah satu negara yang melarang segala jenis permainan judi. Hal ini karena tidak sesuai dengan nilai moral dan agama dan membahayakan kepentingan bersama. Pemerintah terus berupaya untuk mempersempit cakupan judi togel.

Tujuannya tentu saja untuk menghapuskan judi togel di seluruh wilayah tanpa melihat statusnya. Penghapusan judi di seluruh lapisan ini sejalan dengan penetapan judi togel sebagai kejahatan. Maka sebagaimana mestinya, judi togel haruslah diberantas hingga akarnya.

Pemain judi togel merupakan orang yang terlibat langsung dalam perjudian. Sedangkan bandar adalah orang yang memiliki usaha togel itu sendiri. Dalam kegiatannya, ada pihak perantara yang menghubungkan keduanya, yaitu pengecer judi togel.

Pengecer judi togel ini banyak dilakukan karena tidak memiliki risiko kalah. Pemain judi tentu bisa berpotensi kalah kapan saja. Sementara pengecer judi togel hanya menjadi jembatan antara pemain dan bandar togel yang nantinya mendapat insentif dari transaksi tersebut.

Meskipun tidak berperan sebagai penjudi secara langsung, pengecer judi togel juga sama saja melanggar aturan dan peraturan perundangan yang ada. Pengecer judi togel memiliki potensi untuk mendapat hukuman yang sama dengan pemain dan bandar judi togel.

Dalam UU Nomer 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dinyatakan bahwa segala jenis judi adalah sebuah kejahatan. Setiap orang yang terlibat di dalamnya akan dikenakan hukuman penjara dan denda.

Selain itu, hukuman bagi pengecer judi togel juga diatur dalam KUHP pasal 303 BIS ayat 1. Isi dari undang-undang ini adalah ancaman hukuman penjara paling lama sebanyak 4 tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah.

Sebelumnya, peraturan mengenai hukuman bagi pengecer dan pihak yang terlibat dalam judi adalah pasal 303 KUHP. Pasal ini sebelumnya memberikan ancaman hukuman paling lama selama 10 tahun penjara atau denda maksimal 1 miliar rupiah.

Hukuman kepada Pengecer Judi Togel Online

Judi togel saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Jika dulu pemain judi harus saling bertatap muka, maka saat ini judi togel bisa dilakukan secara online. Adanya judi online ini tentu saja menyulitkan kepolisian untuk melacak keberadaan pelaku judi.

Judi togel online banyak dilakukan dengan menggunakan server luar negeri. Hal ini untuk mengelabui polisi dan mengurangi risiko untuk diblokir. Akses internet di Indonesia untuk situs judi online sudah ditutup dan tidak bisa diakses secara bebas.

Meski demikian, nyatanya masih banyak orang yang bermain togel online dengan diam-diam. Jenis judi togel online yang paling banyak digunakan adalah togel hongkong dan togel singapore. Keduanya paling diminati oleh pemain judi togel online.

Bermain judi togel baik online maupun konvensional sama saja dilarang oleh negara. Bagaimana aturan yang diberikan bagi pelaku maupun pengecer judi togel online ini? Pengecer dalam judi togel online nyatanya masih banyak dan berkeliaran meskipun sistemnya menggunakan internet.

Hukuman bagi pengecer judi togel online diperkuat dalam UU ITE, judi togel online dikenakan dalam pasal 27 ayat 2 UU ITE. Di dalamnya ditegaskan bahwa bagi siapa saja yang turut serta mengedarkan judi togel jenis online bisa dikenakan hukuman penjara maksimal 6 tahun. Hukuman yang bisa diberikan selain penjara adalah denda uang maksimal 1 miliar rupiah.

Isi dari pasal 27 ayat 2 UU ITE ini adalah pelarangan mengenai transaksi di internet. Salah satunya adalah setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Baca juga: Upaya Menyembuhkan Orang Gila Judi yang Efektif

Maka pengecer termasuk ke dalam cakupan tersebut dan bisa dikenakan hukuman sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Jauhilah sebaga jenis judi togel dan jangan terlibat di dalamnya karena hukumannya sangat berat.

CategoriesHukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *