Dewa Judi John Juanda, Salut dengan Sifat Dermawannya

dewa judi John Juanda
sumber: hai.grid.id

Judi di Indonesia berstatus ilegal. Tapi bukan karena sebab inilah dewa judi John Juanda, hijrah ke luar negeri untuk menyalurkan bakat sekaligus hobinya bermain judi poker. John Juanda adalah pria asal Indonesia, tepatnya Medan. 

John sendiri sebenarnya sudah lama tak tinggal di Indonesia. Ia hijrah ke Amerika untuk kuliah S1 dan S2. Selama menjadi mahasiswa, John rupanya memiliki ketertarikan dengan permainan poker. Suatu malam, untuk mengisi waktu luangnya, John iseng mengunjungi sebuah kasino dekat tempat tinggalnya. Sangat mengejutkan. Ia menang.

Nah, dari keisengan ini ia mulai tertarik dengan dunia poker. Di waktu luangnya, pemain poker Indonesia ini manfaatkan waktunya  untuk bermain poker sekaligus untuk mengasah bakatnya. Benar saja; bakat berjudinya semakin tajam.

Mini Biografi John Juanda, Dewa Judi Indonesia

Dewa judi John Juanda merupakan orang Medan berketurunan Tionghoa. Ia lahir di Kota Medan, Sumatera Utara pada tanggal 8 Juli 1971. Sejak remaja, John sudah menetap di Amerika Serikat, tepatnya di tahun 1990. Pendidikan S1-nya ia tempuh di Universitas Oklahoma State, sedang pendidikan S2-nya ia tempuh di Universitas Seattle. 

Selama menjalani perkuliahan S1, JJ mengambil jurusan Pendidikan Pemasaran dan Manajemen, sedang S2-nya, ia memilih jurusan Manajemen. Hanya saja ilmunya kurang terpakai karena ia memilih fokus bermain poker dan menjadi pemain poker profesional. 

Ada yang unik dari dewa judi John Juanda ini. JJ sama sekali enggan mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini disebabkan oleh karena dia pernah memiliki pengalaman masa lalu yang sangat buruk dengan minuman beralkohol. 

Semasa kecil, JJ sering melihat ayahnya menenggak minuman beralkohol saat bermain judi. Akibatnya sang ayah selalu kalah. JJ rupanya tak ingin memiliki pengalaman yang sama dengan ayahnya. 

Prestasi John Juanda 

Tiga tahun setelah JJ, sapaan akrab dewa judi John Juanda, merampungkan studi S2-nya, ia lalu ikut serta dalam ajang kompetisi poker tingkat dunia, WSOP 1999. Ini adalah perdana JJ mengikuti ajang poker level dunia. Meski ia bukan jawara, JJ cukup puas dengan posisinya di urutan ke-9. Peringkat 9 ini memberinya hadiah uang sebesar 1.500 USD. 

Rasa percaya dirinya terus meningkat usai mengikuti WSOP. JJ lalu memutuskan untuk menjadi pemain poker profesional sekaligus bergabung dengan komunitas pemain poker profesional. Pria kelahiran tahun 1971 ini lalu berhasil menjuarai WSOP 2008 dengan total hadiah 19 miliar rupiah. Bayangkan, dalam waktu semalam saja, JJ berhasil membawa pulang uang belasan miliar rupiah. 

Sebelumnya, rupanya JJ juga pernah menjuarai kompetisi yang sama, yaitu WSOP 2002 dan 2003. Kesuksesan ini terus ia dapatkan dengan mengulang kemenangan yang sama di tahun 2011 dan 2014. Tentu saja dari lima kali kemenangan ajang WSOP ini, JJ meraup uang lebih dari 4 juta dolar atau setara dengan 56,612 miliar rupiah. 

Tak hanya itu, lima kali menyandang jawara WSOP ini menjadikan JJ sebagai pemain dengan status dewa judi Indonesia sekaligus masuk dalam 10 besar pemain dengan gelar pemenang terbanyak sepanjang masa. Luar biasa mengagumkan. 

Dewa judi John Juandajuga diklaim sebagai salah satu pemain poker profesional yang masuk dalam daftar Hall of Fame Poker tahun 2015. Ia masuk sebagai anggota ke-50 di komunitas ini. Pelantikannya dilakukan secara bersamaan dengan pemain poker profesional lainnya, yaitu Harman yang tak lain adalah anggota Hall of Fame Poker ke-49. 

Rencana Bangun Fasilitas Kesehatan Gratis

Dewa judi John Juanda sangat sadar bahwa segala kemenangan yang diperolehnya begitu mudah ia dapatkan berkat campur tangan Tuhan. Sebagai ungkapan syukurnya, ia memiliki rencana untuk mendonasikan sebagian besar hasil kemenangannya untuk membangun fasilitas kesehatan gratis. 

Niat mulia ini akan ia wujudkan nanti setelah ia pensiun sebagai pemain poker profesional. Ia nantinya akan mendedikasikan hidupnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang membutuhkan fasilitas kesehatan. 

Meski menuai pro dan kontra soal status uang hasil judi yang diperoleh JJ, ia tampaknya tak peduli. Dewa judi John Juanda ini percaya bahwa Tuhan telah mengizinkannya untuk berbuat demikian. Buktinya, hingga kini ia masih kukuh dengan niat mulianya ini. 

Dari sudut pandang kita sebagai pembaca, apa yang telah diniatkan oleh JJ adalah sebuah ironi. Siapapun boleh menilai. Penulis pribadi memandang tindakan JJ ini adalah sebuah kebaikan yang tidak ada salahnya untuk dijadikan inspirasi. Tapi ingat, tindakan baiknya saja yang dijadikan inspirasi ya, bukan perbuatan judinya.

Kita bisa berbuat yang sama dengan JJ dengan menggunakan uang hasil jerih payah kita sendiri. Misal, uang gaji bulanan bisa kita sisihkan 2,5% saja untuk sedekah. Atau contoh yang sangat sederhana, kita tambahkan uang seribu rupiah saja secara rutin saat kita membeli surat kabar dari kakek yang menjajakan lembaran surat kabarnya di pinggiran lampu apil. 

Baca juga: Daftar Dewa Judi Hits, Ada yang Jadi Incaran FBI hingga Jago Matematika

CategoriesTak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *